IKHLAS ADALAH RUH AMAL

AMALAN DAPAT DIIBARATKAN SEPERI BADAN DAN RUHNYA ADALAH IKHLAS

amalan kebaikan dapat diibaratkan seperti badan dan ruh yang menghidupkannya adalah ikhlas. Barang siapa yang beramal tanpa rasa ikhlas maka ia seperti menghadiahkan budak perempuan kepada seorang raja yang bertujuan untuk mendapatkan upah dan balasan. Ia tidak akan mendapatkannya, justru ia malah mendapatakan hukuman. Ikhlas adalah keselamatan amal ibadah dari sifat riya’, -baik riya’ yang besar maupun riya’ yang kecil- dan segala tindakan yang berupaya untuk mendapatkan bagian nafsu. Orang yang ihklas tidak melakukan suatu amalan kecuali hanya mengharapkan ridlo Allah. Ia tidak ingin mencari pahala, atau takut dari hukuman.

Keikhlasan orang-orang yang mencintai Allah adalah beramal karena mengagungkan dan membesarkan Allah ta’ala. Karena Allahlah yang berhak untuk diagungkan bukan yang lain.

adapun ikhlasnya muqorrobiin (orang-orang yang dekat dengan Allah adalah pandangan mata hati mereka kepada kemahaesaan Allah yang menggerakkan dan mendiamkan mereka, bersama dengan sikap mereka yang membebaskan dirinya dari ketergantungan kepada daya dan kekuatan diri. Mereka tidak melakukan suatu amalan kecuali dengan Allah ta’ala, sehingga mereka sama sekali tidak melihat bahwa amalan itu berasal dari dirinya. (Hikmah ke 10).