MENGISTIRAHATKAN DIRI

Arih nafsaka minat tadbiiir, fa ma qoma bihi ghoiruka ‘anka, laa taqum bihi linafsika (istirahatkan dirimu dari keinginan mengatur dan mengusahakan sesuatu, karena apa yang sudah dilakukan Allah itu tidak akan mampu engkau lakukan)

artinya, istirahatkan dirimu dari lelahnya sikap mengatur dan mengusahakan yang berlawanan dengan ‘ubudiyyah (sifat hamba) dengan mengatakan bahwa jika aku tidak melakukan hal ini maka tidak akan menjadi seperti ini. Sesungguhnya Allah ta’ala adalah pengatur segala sesuatu berdasarkan atas ketentuan dan takdir dari Allah ta’ala. Segala apa yang sudah diatur oleh Allah tidak akan bisa kita atur. Sesungguhnya kita tidak akan mampu untuk mengatur segala apa yang telah diatur oleh Allah ta’ala. Adapun sikap mengatur dan mengusahakan yang dibarengi dengan kepasrahan kepada Dzat yang maha mengetahui maka tidak apa-apa. Nabi SAW bersabda, at-tadbiiru nishful ma’iisyah. (al-Hikam Ibnu Athoillah as-Sakandari)