BERJUANG KERAS DALAM BERIBADAH

ijtihaaduka fima dzomina laka wa taqshiiruka fiima tholaba minka dalilun ‘ala ‘inthimaasil bashiroti minka (usahamu untuk melakukan yang telah ditanggung oleh Allah dan keteledoranmu dari sesuatu yang diperintahkan atasmu adalah bukti akan kebutaan mata hatimu)

artinya, bahwa usahamu wahai murid untuk mencari apa yang sudah ditanggung dan dijamin oleh Allah, misalkan rizki seperti firman Allah, wa maa min daabatin fil ardli illa ‘alallahi rizquha  (Hud: 6), artinya, “dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa), di bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh Allah. Dan keteledoranmu dari hal yang diperintahkan kepadamu dari ibadah seperti firman Allah, yaa ayyuhannaasu’budu robbakum (al-Baqarah: 21), artinya: “wahai manusia sembahlah tuhanmu”. adalah dalil dan bukti akan kebutaan bashiroh. Bashiroh adalah mata yang ada di dalam hati. Dan dengan mata hati akan tertangkap segala hal-hal yang bersifat maknawi / ruh. Sebagaimana mata kepala yang dapat menangkap perkara-perkara yang bersifat fisik.

Pelajaran yang dapat diambil dari pengarang kitab adalah kebutaan mata hati disebabkan oleh berkumpulnya dua hal yaitu, usaha keras dalam mencari rizki dan kemalasan beribadah. Namun apabila ia mencari rizki dengan tetap memperhatikan ibadahnya, maka ia masuk dalam hadits nabi, “ barang siapa yang kerja keras dan tidur malam karena mencari rizki yang halal, maka ia tertidur dan dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah ta’ala.