KEWAJIBAN ANAK KEPADA KEDUA ORANG TUA

Wahai anak yang tercinta, engkau telah mengetahui bagaimana cinta dan sayangnya kedua orang tua kepadamu, dan engkau juga sudah mengetahui apa yang telah ia lakukan dalam mendidikmu. Maka wajib atasmu untuk membalas kebaikan mereka dengan kebaikan, berupaya dengan sekuat tenaga untuk berbuat baik kepada keduanya. Untuk itu engkau harus melakukan nasehat-nasehat ini,

  1. Engkau harus menyayangi mereka dengan sepenuh hati, menghormati mereka dengan penghormatan yang tinggi. Berusahalah untuk selalu membahagiakan kedua orang tuamu. Berusahalah untuk menghindari segala sesuatu yang membuat mereka marah dan bersedih. Bersegeralah untuk melaksanakan perintah-perintahnya, memenuhi segala kebutuhannya, dan berusaha untuk bersalaman degan mereka setiap pagi dan sore. Berusahalah untuk berada di hadapan orang tua dengan wajah yang menggembirakan. Jangan lupa untuk mendo’akannya dengan panjang umur dalam kebaikan dan kesehatan, tercapai segala maksud dan tujuannya, dan agar Allah membelas mereka dengan sebaik-baiknya balasan.
  2. Engkau harus mengetahui bahwa masih hidupnya orang tua merupakan nikmat yang besar dari Allah untukmu, juga menjadi berkah dan rohmat atasmu. berusahalah untuk menikmati ketika sedang memandang wajahnya. Karena dalam hal itu ada pahala yang besar. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits, ma min rojulin yandzuru ila wajhi wa lidaihi nadzro rohmatin, illa kataballahu lahu biha hajjatan mabruurotan ( dimana ada seorang yang memandang wajah orang tuanya dengan pandangan kasih sayang maka Allah akan menghadiahkan baginya pahala seperi pahala haji yang mabrur). Berusahalah untuk melibatkan mereka dalam urusanmu dan berusahalah untuk memberikan kebahagiaaan kepada mereka. Betapa agungnya nikmat memiliki orang tua. Maka seorang anak tidak akan merasakan nikmatnya memiliki orang tua kecuali jika mereka telah meninggal dunia. Maka pada saat itu ia akan merasakan penyesalan yang mendalam belum maksimal dalam berbakti kepada keduanya. Rasa sedih yang mendalam ketika berpisah dengannya.
  3. Hendaknya engkau menggunakan adab ketika berada di hadapannya. Engkau tidak boleh membelakanginya. Engkau juga tidak boleh memanggilnya dengan menyebutkan langsung namanya. Dan janganlah engkau tertawa ketika berada di hadapannya yang bukan tempatnya tertawa, atau dengan mengeraskan suaramu, atau memandang wajahnya dengan mata yang tajam. Dan jangalah engkau berbohoong kepada oarng tuamu, berkata-kata kotor dan berbicara dengan keduanya dengan perkataan yang buruk. Firman Allah, wa qodlo robbuka alla ta’bududu illa iyyaahu wabil waalidaini ihsaana, imam yablughonna ‘indakal kibaro ahaduhuma aw kilahuma, fa la taqul lahuma uffin wa la tanharhuma wa qul  lahuma qoulan kariima. wakhfidzlahuma janaakhadzzulli minarrohmati wa qul robbirkhamhuma kama robbayaani soghiiro ( Tuhanmu memerintahkanmu untuk tidak menyembah kecuali kepada Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika mereka sudah beranjak tua janganlah engkau mengatakan ‘ah’, dan janganlah engkau membentaknya, tetapi berkatalah dengan perkataan yang baik dan mulia. Merunduklah dan bersikaplah tawadhu’ ketika berada di hadapan mereka, dan berdo’alah kepada Allah dengan do’a ‘sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil’. (akhlaqul baniin Juz 2)