CINTA KEDUA ORANG TUA

Sesungguhnya orang tuamu sangat menyayangimu. Mereka berdua adalah sebab adanya engkau di dunia. Mereka sangat lelah dalam mendidikmu, namun mereka senang melakukannya. Ibumu telah mengandungmu selama sembilan bulan. Kemudian ia menyusuimu dan bersabar atas lelahnya mengandung dan capeknya menyusui. Ia selalu memperhatikan kebersihan badan dan pakaianmu. Ia juga membuatkan untukmu pakaian yang lembut dan merapikan tempat tidurmu. Ia senantiasa menjagamu dari gigitan nyamuk agar engkau bisa tidur dengan nyenyak. Ia selalu menjagamu setiap waktu dari segala hal yang membahayakanmu jika engaku sedang berjalan, duduk, dan bermain. Ialah yang telah menyiapkan makananmu dan mengajarimu berjalan dan berbicara. Dan betapa bahagianya orang tua ketika engkau bisa mulai berbicara dan berjalan.

Ayahmu keluar dari rumah setiap hari. Ia senantiasa bersabar dari rasa lelah, menahan rasa panas dan dingin, agar ia mendapatkan rizki yang halal guna menafkahimu, ibumu dan seluruh keluargamu. Ia membeli pakaian, makanan, dan segala halyang engkau butuhkan seperti peralatan sekolah dan lain-lain. Apabila engkau meminta kepada orang tua sesuatu yang ada manfaatnya maka ia tidak mungkin menolak keinginanmu. Bahkan ia akan segera mengabulkan permintaanmu dengan perasaan senang.

Ayahmu senantiasa menginginkan agar engkau hidup sehat, dijauhkan dari penyakit dan bahaya. Oleh karena itu ia akan mencegah segala hal yang membahayakan bagimu. Ia juga senang engkau membiasakan diri dengan akhlak yang mulia dan adab yang sempurna. Oleh karena itu ia akan mencegahmu dari majlis-majlis yang tidak baik. Ia sangat menginginkan agar engkau di masa depan menjadi orang yang dewasa dan sempurna ilmunya, baik akhlaknya, berpegang teguh kepada agamanya, dan dapat memberikan kemanfaatan bagi dirinya dan kaumnya. Oleh karena itu ia memasukkanmu ke madrasah dan rela mengorbankan biaya yang besar untuk pendidikanmu.

Orang tuamu amat menyayangimu dengan kasih sayang yang sempurna. jika engkau sakit, maka orang tuamu sangat bersedih. Mereka akan mengorbankan segenap kemampuannya demi kesembuhanmu. Ia akan selalu berdoa kepada Allah sepanjang malam dan siang. Ibumu senantiasa begadang demi menjagamu. Terkadang ia menangis dengan linangan air mata karena merasa kasihan padamu. Ayahmu akan memanggilkan dokter dan membelikan obat untukmu. Ia tidak peduli meski mengeluarkan uang yang banyak.demi kesehatanmu yang mahal itu. (akhlaqul baniin juz 2, Umar bin Ahmad Barja’).